Minggu, 30 Mei 2010

PEMUDA INDONESIA MASA KINI



Sumpah Pemuda merupakan salah satu tonggak sejarah yang sangat penting bagi bangsa kita ini yaitu Indonesia. Hal-hal yang terkandung dalam teks sumpah pemuda yaitu, bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu. Tiga hal tersebut merupakan faktor yang sangat penting bagi negara kita ini. Pernyataan tersebut membuat inspirasi saya, bagaimana perjuangan dan semangat pemuda dulu. Kemudian bagaimana pula kenyataan pemuda pada masa kini.


Sumpah pemuda dirumuskan oleh para pemuda-pemudi Indonesia, mereka menjadikan sumpah pemuda sebagai dasar untuk kembangkitan rasa nasionalisme. Perlu kita ketahui, Sumpah Pemuda tidak lahir begitu saja. Banyak hal yang melandasi para pemuda bertekad untuk bersatu. Mereka berpikir tidak akan bisa membuat Indonesia merdeka jika berjuang di kelompok sendiri.


Kegagalan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia membuat mereka sadar bahwa rasa nasionalisme harus dipadukan. Karena itu, diadakanlah Kongres Pemuda I dan II. Mereka menjadi satu, menjadi “Pemuda Indonesia”.


Semangat persatuan para pemuda dulu harus diikuti dengan pemuda masa kini, yaitu dengan mengisi kemerdekaan. Bukankah kita-kita ini merupakan bagian dari pemuda Indonesia, yaitu pemuda generasi masa depan dengan meneruskan cita-cita para pemuda dahulu. Akan tetapi, hal tersebut bertolak belakang dengan pemuda zaman sekarang. Banyak para pelajar Indonesia saling berpecah bela, yaitu tawuran antar pelajar dimana-mana. Hal tersebut dikarenakan hal-hal yang sepele. Bukan para pelajar saja, pemuda Indonesia yang dipredikat sebagai manusia berintelektual pun juga ambil bagian dalam hal kerusuan, kerusakan, dan keanarkisan.


Bukankan inti dari sumpah pemuda, yaitu kita menjadi pemuda yang bersatu dan saling membantu dalam hal memperjuangkan kemerdekaan. Akan tetapi dalam kenyataannya mereka telah menghancurkan semangat Sumpah Pemuda. Permasalah beberapa pemuda zaman sekarang, bukan hanya emosi yang tak terkendali. Mereka juga bermental egois dan asyik dengan diri sendiri tanpa peduli dengan lingkungan. Mereka menjerumuskan diri ke dalam narkoba, hura-hura, dan pesta-pora. Menurut saya, pemuda zaman sekarang terlalu terlena dengan kemudahan kemudahan yang ada. Akibatnya, mereka terjerumus ke hal-hal yang negatif. Sebaiknya, mereka memakai kemudahan untuk meningkatkan kualitas diri-sendiri.


Akan tetapi untungnya tidak semua pemuda zaman sekarang seperti mereka, yang menghancurkan diri dan bangsanya. Masih banyak generasi penerus bangsa yang masih peduli dengan lingkungan dan menjunjung tinggi semangat Sumpah Pemuda. Banyak pemuda Indonesia masa kini yang berprestasi di bidang pendidikan, olahraga, teknologi, perdamaian, dan lain-lain.


Sumber:

http://www.berani.co.id/Artikel_Detail.aspx?ID=812&URLView=default.aspx

http://imelda.coutrier.com/2009/07/29/menanamkan-rasa-cinta-tanah-air/

Selasa, 11 Mei 2010

Indonesia Mengecil Karena Pemanasan Global



Pemanasan global yang bermuara pada perubahan iklim khususnya di negara kita sungguh memiliki dampak yang sangat serius. Hal tersebut dinyatakan oleh IPCC, yang menyatakan bahwa kenaikan suhu Bumi periode 1990 - 2005 antara 0,15 - 0,13 derajat Celcius, jika kondisi ini dibiarkan maka diprediksikan periode 2050 – 2070 suhu Bumi akan naik pada kisaran 4,2 derajat Celcius. Padahal jika suhu Bumi sebesar 2 derajat Celcius saja, maka kehidupan makhluk hidup di Bumi akan musnah. Dampak yang ditimbulkan bagi negara kita jika tanpa adanya upaya pencegahan, maka kita akan kehilangan 2.000 pulau karena air laut akan naik pada ketinggian 90 cm. Banyaknya pulau Indonesia yang tercatat adalah sebesar 17.504 pulau tapi kini tinggal 17.480 pulau, ini di karenakan oleh naiknya air laut dan usaha penambangan.


Kehilangan aset sebesar 2.000 pulau akan luar biasa dampaknya, ini akan berujung pada penyempitan wilayah kedaulatan RI. Kenaikan air laut akan menurunkan pH air laut, setiap kenaikan 14 - 43 cm maka pH air laut akan turun dari 8,2 menjadi 7,8. Hal ini akan mengakibatkan serius pada penghambat pertumbuhan dan akhirnya akan mematikan biota dan terumbu karang. Ujung-ujungnya adalah dampak ekonomis dengan terjadinya pola perubahan habitat, migrasi dan populasi ikan serta hasil laut lainnya.


Ancaman yang lebih serius akan selalu ada, yaitu bagi kota-kota pesisir seperti Jakarta, Semarang dan Surabaya misalnya. Akan terjadi terendamnya wilayah pesisir perkotaan dan pergeseran wilayah pantai. Karena setiap kenaikan 10 cm air laut akan menggenangi 10 meter persegi wilayah pesisir. Hal ini tentu akan berimplikasi pada akibat sosial ekonomi masyarakat, yaitu mengenai soal ketahanan pangan. Ketahanan pangan memang menjadi salah satu titik perhatian utama, sebab kelangsungan negara ini tentu bertumpu pada ketersediaan padi, disamping alternatif bentuk pangan lainnya yaitu umbi-umbian dan biji-bijian.


Akibat Pemanasan Global juga akan memicu masalah kesehatan masyarakat. Karena suhu makin hangat, maka dengan sendirinya jentik nyamuk DB (Demam Berdarah) dan Malaria akan memiliki siklus hidup yang lebih pendek dan masa inkubasi penularan yang lebih singkat. Maka ledakan populasi nyamuk berbahaya ini akan bersifat lethal bagi masyarakat. Termasuk juga jenis penyakit lainnya seperti Diare, Leptospirosis, Asma, Kanker Kulit dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (COPD).


Jadi jelaslah kini masalah Pemanasan Global memiliki dampak sangat serius bagi kelangsungan kehidupan dan penghidupan bangsa kita serta umat manusia umumnya di Bumi ini. Oleh sebab itu marilah kita mulai dengan diri kita sendiri untuk mengubah gaya hidup kita sendiri dengan cara sederhana seperti mematikan dua titik lampu listrik antara pukul 17.00 s/d 22.00, membuat sumur resapan, hemat energi dengan cara selektif menggunakan peralatan elektronik, mengurangi pemakaian mobil pribadi, mengurangi pemakaian kemasan plastik, memilah dan mengelola sampah rumah tangga, menanam pohon di halaman rumah dan banyak hal lain. Karena tanpa dimulai dari diri kita sendiri, masyarakat dan bangsa kita tidak akan berubah dan pada akhirnya semua manusia di Bumi tidak juga akan berubah, mari kita mulai hari ini juga.



Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global

http://www.pelangi.or.id/media.php?mid=22

http://id.shvoong.com/exact-sciences/1861001-wilayah-indonesia-dan-pemanasan-global/