Minggu, 20 November 2011

KEPEMIMPINAN




Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukanya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang senima ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.

Tugas utama seorang pemimpin yaitu:
1.       Pemimpin bekerja dengan orang lain
Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk bekerja dengan orang lain, salah satu dengan atasannya, staf, teman sekerja atau atasan lain dalam organisasi sebaik orang diluar organisasi. 

2.       Pemimpin adalah tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan (akontabilitas).
Seorang pemimpin bertanggungjawab untuk menyusun tugas menjalankan tugas, mengadakan evaluasi, untuk mencapai outcome yang terbaik. Pemimpin bertanggung jawab untuk kesuksesan stafnya tanpa kegagalan.

3.       Pemimpin menyeimbangkan pencapaian tujuan dan prioritas
     Proses kepemimpinan dibatasi sumber, jadi pemimpin harus dapat menyusun tugas dengan mendahulukan prioritas. Dalam upaya pencapaian tujuan pemimpin harus dapat mendelegasikan tugas-tugasnya kepada  staf.  Kemudian pemimpin harus dapat mengatur waktu secara efektif,dan menyelesaikan masalah secara efektif.

4.       Pemimpin harus berpikir secara analitis dan konseptual
Seorang pemimpin harus menjadi seorang pemikir yang analitis dan konseptual. Selanjutnya dapat mengidentifikasi masalah dengan akurat. Pemimpin harus dapat menguraikan seluruh pekerjaan menjadi lebih jelas dan kaitannya dengan pekerjaan  lain. 
  
5.        Manajer adalah seorang mediator
Konflik selalu terjadi pada setiap tim dan organisasi. Oleh karena itu, pemimpin harus dapat menjadi seorang mediator (penengah).

6.       Pemimpin adalah politisi dan diplomat
Seorang pemimpin harus mampu mengajak dan melakukan kompromi. Sebagai seorang diplomat, seorang pemimpin harus dapat mewakili tim atau organisasinya.
 
7.        Pemimpin membuat keputusan yang sulit
Seorang pemimpin harus dapat memecahkan masalah.

Referensi:
http://elearning.gunadarma.ac.id

ORGANISASI




Definisi Organisasian
Pengorganisasian adalah suatu proses pembentukan kegunaan yang teratur untuk semua sumber daya dalam sistem manajemen. Perencanaan pengorganisasian dapat didasarkan dari pedoman pengorganisasian yang ada. Pedoman pengorganisasian dapat dilihat pda 16 Garis Besar Pedoman Pengorganisasian menurut Hendry Fayol.

Fungsi Pengorganisasian
Mempertahankan hubungan antara semua sumber daya-sumber daya organisasional dengan menunjukkan semua sumber daya-sumber daya mana yang akan digunakan untuk aktivitas tertentu.

Proses-proses pengorganisasian:
1. Tercermin dalam rencana-rencana dan tujuan-tujuan.
2. Menetapkan tugas-tugas poko.
3. Membagi tugas-tugas pokok dalam kedalam subtugas-subtugas.
4. Alokasi sumber daya-sumber daya dan pengarus bagi subtugas-subtugas.
5. Mengevaluasi hasil dari strategi pengorganiasian yang diimplementasikan.

Struktur
Tujuan struktur: memperlancar penggunaan tiap sumber daya, baik secara individu maupun secara kolektif, ketika sistem manajemen ingin mencapai tujuannya.

Struktur Formal dan Informal
Struktur Formal: Hubungan antara sumber daya-sumber daya organisasional seperti yang diuraikan oleh manajemen.
Struktur Informal: pola hubungan yang berkembang karena keberadaan organisasi informal



Referensi:
http://elearning.gunadarma.ac.id

ANDAI AKU SEORANG PENGUSAHAN



Impian saya untuk menjadi seorang pengusaha ikan lele ini muncul seketika, karena saya melihat akhir-akhir ini banyak inovasi makan kuliner yang menjadi top trendi di Indonesia. Saya berpikiran bahwa ikan lele bisa menjadi makanan prestise oleh kalangan atas, dimana saat ini anggapan orang Indonesia bahwa ikan lele merupakan makanan yang biasa di konsumsi oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah.

Oleh sebab itu, untuk mencapai target customer kelas atas dalam pemasaran ikan lele. Maka strategi yang harus dilancarkan adalah bagaimana membuat lele tersebut menjadi olahan yang cocok atau sesuai yang dibutuhkan kelas atas. Misalnya dengan daya kreasi bahwa ikan lele tidak hanya bisa digoreng, tetapi dapat dibuat produk olahan seperti sosis lele, steak lele, nugget lele, dll.

Kemudian dalam strategi harga sebaiknya tidak terlalu mahal dan murah, tentuanya sesuai dengan kaitan strategi tempat (place). Lele goreng penyet dapat dijumpai di warung-warung, yang mana bahan baku umumnya diperoleh di pasar tradisional, pasar ikan atau tukang sayur. Sedangkan untuk steak lele dan lele asam manis yang terget customernya kelas menengah ke atas tentunya tempat menyesuaikan misalnya di restoran yang lebih tinggi tingkatannya dari pada warung. Sosis lele dan nuget lele dapat menerobos mini market, supermarket, atau dijual ke kantor-kantor yang merupakan target customer menengah ke atas dan orang sibuk yang tidak sempat memasak sendiri. Oleh sebab itu saya beranggapan bahwa dengan berinovasi, maka dapat menciptakan suatu makanan yang memiliki cita rasa yang tinggi dan target pemasaran yang luas.

Selasa, 15 November 2011

PKM HANYA SEKEDAR ANGANAN BELAKANG...


“PKM……” menurut saya itu merupakan suatu ajang untuk berunjuk gigi dari segi kreativitas kita sebagai mahasiswa dan juga suatu kebanggan bagi saya sendiri jika kreativitas kita diakui, dihargai, dan dimplementasikan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Saat ditunjuk untuk be a member of the team PKM oleh my teacher, I’m very happy…. b’coz ini merupakan suatu hal untuk berujuk gigi bagi saya dan menunjukkan bahwa saya mampu untuk menciptakan suatu alat kreativitas yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Singkat cerita…..,, saat itu saya and my team dituntut untuk membuat proposal PKM yang nantinya akan diajukan kepada DIKTI (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi). Tema proposal PKM nya itu sendiri terdiri dari PKM-P, PKM-T, PKM-K, PKM-M, PKM-I, dan PKM-KC.

 

Kemudia saya and my team memutuskan mengambil tema PKM-KC, dimana PKM-KC ini kependekan dari Program Kreatifitas Mahasiswa – Karya Cipta.  Akhirnya saya and my team berpikiran untuk menciptakan suatu design of the trash (bahasa gaulnya tong sampah…. -_-” ) dimana tong sampah ini juga bermanfaat untuk mengolah sampah menjadi suatu pupuk organik yang nantinya dapat dimanfaatkan bagi taman or tumbuhan sekitar perumahan. Kemudian saya and my team di beri waktu hanya 2 weeks untuk membuat proposal PKM ini.

 

Saya and my team get the constraints dalam pembuatan proposal PKM ini, dimana time of 2 weeks dipakai oleh tugas perkuliahan yang very many. Finally proposal saya and my team di tolak oleh my teacher, that time I felt very disappointed -___-    b’coz proposal saya and my team ditolak hanya kesalahan dalam penulisan saja.  I think it persoalan spele… and saya itu tidak adil bagi saya and my team. Tapi akhirnya kami mencoba untuk berlapang dada… I think this is a valuable learning for us, maybe we were considers paltry….

 

Berikut ini merupakan design of the trash from our team :

 TEMPAT SAMPAH MASA DEPAN